Ngawi — Suasana Desa Danguk, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi pada Kamis Wage, 09 Oktober 2025, tampak semarak dan penuh kebersamaan. Seluruh masyarakat Desa Danguk secara serentak melaksanakan tradisi methil, salah satu warisan budaya turun-temurun yang masih dilestarikan hingga kini.
Tradisi methil tahun ini dilaksanakan di empat titik lokasi yang telah ditentukan oleh panitia desa. Setiap titik menjadi pusat kegiatan selamatan dan doa bersama, sebagai ungkapan syukur masyarakat atas hasil bumi, keselamatan, dan keberkahan hidup.
Kegiatan dimulai sejak pagi dengan persiapan bersama warga, dilanjutkan dengan selamatan dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelah itu, warga menikmati kenduri atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Kepala Desa Danguk dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi methil bukan hanya bentuk penghormatan terhadap adat dan leluhur, tetapi juga sarana mempererat rasa gotong royong dan kebersamaan antarwarga.
“Kami berharap tradisi methil ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda, agar nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Tradisi methil sendiri dipercaya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian dan rezeki yang diperoleh warga, sekaligus sebagai doa agar desa senantiasa diberi keselamatan dan kesejahteraan.
Dengan terselenggaranya tradisi methil di empat titik sekaligus, Desa Danguk kembali menunjukkan semangat pelestarian budaya yang kuat di tengah arus modernisasi, menjadikan momen ini bukan hanya kegiatan adat, tetapi juga perayaan kebersamaan dan identitas desa.